Publikasi pada: Jum, 16 Okt 2015

Adzan

solusi masa depan anda
Bagikan
Bertanda

Kalau adzan, kita bisa apa? Dan apa hubungannya dengan keimanan kita kepada Allah?

0812-2227-1***

Sesuai dengan sunnah Rasulullah Saw, bila kita mendengar kumandang adzan maka kita mengikuti apa yang diucapkan oleh muadzin kecuali pada ucapan “Hayya ‘alas shalat” dan “Hayya ‘alal falah” kita menjawabnya dengan “La haula wala quwwata illa billah”.

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا سَمِعْتُمُ النِّدَاءَ، فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ الْمُؤَذِّنُ

Dari Abu Sa’id al-Khudriy, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda: “Apabila kamu mendengar seruan (adzan), maka ucapkanlah sebagaimana apa yang diucapkan oleh muadzain”. (Shahih Muslim, Nomor hadis 383)

عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِذَا قَالَ الْمُؤَذِّنُ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، فَقَالَ أَحَدُكُمْ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، ثُمَّ قَالَ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، قَالَ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، ثُمَّ قَالَ: أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ قَالَ: أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ، ثُمَّ قَالَ: حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ، قَالَ: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، ثُمَّ قَالَ: حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ، قَالَ: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، ثُمَّ قَالَ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، قَالَ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، ثُمَّ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مِنْ قَلْبِهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ

Dari Umar bin al-Khattab, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda; “Apabila muadzin mengumandangkan ‘Allohu Akbar, Allohu Akbar’  seseorang di antara kamu menjawab ‘Allohu Akbar, Allohu Akbar’. Lalu ia mengumandangkan ‘Asyhadu alla ilaha illalloh’, ia pun menjawab ‘Asyhadu alla ilaha illalloh’. Lalu ia berkumandang ‘Asyhadu anna Muhammadar Rosululloh’, ia pun menjawab ‘Asyhadu anna Muhamadar Rosululloh’. Lalu berkumandang ‘Hayya ‘alas sholat’ ia pun menjawab ‘La haula wa la quwwata illa billah’. Lalu berkumandang ‘Hayya ‘alal falah’ ia pun menjawab ‘La haula wa la quwwata illa billah’. Lalu berkumandang ‘Allohu Akbar, Allohu Akbar’ ia pun menjawab ‘Allohu Akbar, Allohu Akbar’. Lalu berkumandang ‘La ilaha illalloh’ ia pun menjawab ‘La ilaha illalloh’ dari lubuk hatinya (yang terdalam), maka ia masuk surga”. (Shahih Muslim, nomor hadis 385)

Hubungannya dengan keimanan sangat erat sekali dalam 2 perkara;

  1. Adzan merupakan seruan dari Allah sebagai pertanda waktu shalat telah tiba. Bila seorang mukmin diseru oleh Allah, maka sikapnya menunjukkan makna “Labbaik wa sa’daika” (Ku penuhi panggilanmu).
  2. Lafadz-lafadz yang diucapkan pada adzan merupakan lafadz-lafadz yang makna-maknanya menguatkan keimanan seseorang.***

 

© Copyright 2015 kangyosep, All rights Reserved. Written For: kangyosep.com
solusi masa depan anda

Tentang Penulis

- Seorang guru yang selalu menjadi murid di mana pun berada.

Tulis komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan kode html berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Goodreads

Website Apps