Publikasi pada: Kam, 29 Jun 2017

DR. Gary Miller : Mencari Kesalahan Al-Quran, Berakhir Jadi Muslim

solusi masa depan anda

DR. Gary Miller adalah seorang ilmuwan matematika asal Kanada.

Selain menjadi anggota dewan ahli di universitas, Miller juga aktif sebagai misionaris Kristen. Miller adalah ilmuwan yang sangat meminati bidang logika dan hal-hal logis.

Pada awalnya, dia berpikir bahwa Al-Qurän yang turun 14 abad yang lalu itu hanya membahas berbagai masalah di masa lalu.

Namun seiring dengan menguatnya arus Islam di Barat, Miller pun terdorong untuk mempelajari Al-Qurän lebih mendalam dengan tujuan mencari celah-celah kesalahannya, sekaligus membuktikan ketidak-otentikan kitab suci umat Muslim itu.

Miller mengatakan, “Mulai hari itu, saya membaca Al-Qurän untuk mencari celah-celah kesalahan kitab ini. Melalui usaha ini, saya berharap dapat mengangkat derajat pemeluk agama Kristen di hadapan umat Islam”.

Dikatakannya pula, “Karena Al-Qurän diturunkan 14 abad yang lalu di padang pasir, saya berpikir bahwa kitab ini sangat terbelakang serta dipenuhi dengan kekurangan. Namun semakin saya membaca Al-Qurän, saya malah semakin menemukan kebenaran yang membuat saya terkesima. Saya menyadari bahwa Al-Qurän ternyata membahas berbagai masalah yang sama sekali tak ditemukan di kitab samawi lainnya”.

“Kitab ini membuat saya semakin penasaran untuk mempelajari lebih mendalam lagi,” imbuhnya.

Malah Memuliakan Yesus dan Maria ?

Dalam pikiran Miller terbersit suatu pandangan bahwa Al-Qurän adalah buku tua yang ditulis 14 abad lalu dan berisi cerita tentang padang pasir saja. Namun ternyata dia justru menemukan sesuatu dalam Al-Qurän yang tidak dimiliki oleh buku dan kitab-kitab lain yang dia kenal sebelumnya.

DR. Miller terus membaca terjemah Al-Qurän dan berharap menemukan cerita yang mengungkap keburukan Muhammad, namun yang dia temukan justru sebuah surat yang berjudul Maryam (“Maria” = Ibunda Yesus), yang di dalamnya diungkap betapa Maria adalah seorang wanita yang sangat terhormat dan dimuliakan.

Sang Doktor bertambah heran karena dia tidak menemukan surah yang bernama Fathimah atau Aisyah. Kekagumannya menjadi jadi ketika dia temukan bahwa ternyata nama Yesus disebut 25 kali sedangkan Muhammad hanya 4 kali.

Tantangan Ilmiah Al-Qurän (Test Pengujian Kebenaran Sebuah Teori Ilmiah)

DR Miller makin bersemangat meneliti tiap ayat Al-Qurän sampai akhirnya dia membaca Surah An-Nisa ayat 82:

“Apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qurän? Sekiranya Al-Qurän itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka temukan banyak pertentangan di dalamnya”.

Salah satu cara untuk membuktikan kebenaran sebuah teori adalah dengan mencari kontradiksi dan inkonsistensi logika yang terkandung dalam teori tersebut, sampai benar benar tidak ditemukan kontradiksi maupun inkonsistensi logika yang dimaksud. Dan Al-Qurän secara eksplisit mencantumkan tantangan kepada manusia agar melakukan prinsip ilmiah tersebut untuk membuktikan kebenaran Al-Qurän.

Dengan kata lain Al-Qurän seakan-akan menegaskan pada manusia:

“Kalian tidak akan bisa temukan pertentangan sedikitpun dalam Al-Qurän, karena Al-Qurän benar benar datang dari Allah, bukan bikinan manusia”.

DR Miller mengatakan bahwa tidak pernah ada penulis yang berani mencantumkan tantangan kepada pembacanya untuk mencari cari kesalahan dalam buku yang ditulisnya. Tetapi Al-Qurän megumumkan pada manusia bahwa kitab bikinan Tuhan ini tidak sedikitpun mengandung kesalahan dan kontradiksi. Bahkan Al-Qurän memberikan kesempatan pada pembacanya untuk menemukan kesalahan itu. Dan hebatnya lagi Al-Qurän memastikan bahwa tak akan pernah seorangpun menemukan kesalahan di dalam kitab ini.

Kenyataan inilah yang disebut DR Miller bahwa Al-Qurän memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh buku yang lain manapun.

“Teori Quran” Memenangkan Nobel Fisika 1973

Ayat lain yang membuat DR Miller terkesima adalah surat al Anbiya ayat 30,

Tidakkah orang kafir itu tahu bahwa langit dan bumi dahulunya adalah satu, sebelum Kami pisahkan antara keduanya. Kami ciptakan dari air itu segala sesuatu yang hidup. Maka mengapa mereka tidak beriman?”

Ayat ini sama dengan hasil penelitian Ilmiah Stephen Hawking, Fisikawan Terbesar abad 20 yang teori astrofisikanya memenangi Nobel Fisika 1973. Teori yang dikenal dengan sebutan Big Bang (Ledakan Besar) itu menjadi teori paling kuat saat ini yang mampu menjelaskan berbagai fenomena alam semesta termasuk asal mula dan masa depan Jagat Raya.

Quran Bukan Bisikan Setan atau Iblis

Salah satu tuduhan paling populer orientalis dan para sastrawan yang memusuhi Islam adalah bahwa, Al-Qurän merupakan karangan Muhammad dari hasil angan angannya sendiri dibawah bisikan dan mimpi mimpi dari setan. DR Miller menemukan bukti sebaliknya. Dalam Al-Qurän banyak sekali ayat yang mengingatkan manusia agar menjauhi iblis dan kelompoknya. Al-Qurän selalu menyebut mereka sebagai musuh yang nyata bagi manusia “Innahu lakum aduwun mubiin” artinya, “sesungguhnya dia (iblis/setan) adalah musuh yang nyata bagi kalian”. Dan yang paling berkesan menurut sang Doktor adalah anjuran Allah untuk berlindung dari setan sebelum kita membaca Al-Qurän,

“Wa idza qoro’ta al qurän, fasta’idz bi Llah mina as syaithon nir rojiim”

Artinya, “Dan bila kalian membaca Al-Qurän, maka berlindunglah kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk”.
Tentu saja tidak mungkin iblis atau setan menulis Al-Qurän kemudian mencantumkan ayat yang bernada seperti itu. Jadi tuduhan kaum anti Islam langsung terjawab dengan gamblang dalam Al-Qurän. Hal ini sangat membuat Miller takjub.

Kasus Aneh Abu Lahab

Abu Lahab adalah salah satu penentang dakwah Muhammad yang paling membenci Islam. Apa saja yang dikatakan Muhammad tentang Islam selalu dimentahkan. Dia terus saja berusaha mencari cari alasan agar orang percaya bahwa yang dikatakan Muhammad adalah bohong. Akan tetapi ada satu surat dari Qurän yang disampaikan oleh Muhammad yang ternyata justru Abu Lahab sendiri yang membuktikan bahwa hal itu 100% benar.

Binasalah kedua tangan Abu Lahab

Tidak berguna baginya apa yang telah diusahakannya di dunia

Kelak dia masuk neraka yang bergejolak

Demikian pula istrinya sang pembawa kayu bakar (penyebar fitnah)

Pada lehernya (dikalungkan) tali dari sabut besi panas yang dipintal

(surah al Lahab 111: 1-5)

Surat Al Lahab ini disampaikan oleh Muhammad 10 tahun sebelum kematian Abu Lahab. Dengan kata lain Muhammad sudah “memastikan” bahwa Abu Lahab dan Istrinya akan mati dalam keadaan kafir. Abu Lahab punya waktu 10 tahun untuk membuktikan kesalahan prediksi Muhammad tersebut. Bisa saja dia menentang Muhammad selama beberapa tahun, kemudian dia umumkan bahwa dia masuk Islam. Setelah itu dia bisa katakan pada dunia bahwa surat Al Lahab itu salah karena Abu Lahab bertobat masuk Islam. Namun  anehnya, Abu Lahab tidak melakukan hal ini sedikitpun. Dia tetap menentang Islam sampai akhir hayatnya. Bagi DR Miller ini merupakan bukti bahwa Qurän bukan perkataan Muhammad. Al-Qurän pasti berasal dari Tuhan yang selalu benar dan akurat prediksinya.

Jika benar sangkaan musuh Islam bahwa Muhammad mencari popularitas dengan mengarang ayat Qurän, tentu sangat beresiko mencantumkan Surah Al Lahab.  Karena jika terbukti salah maka pandangan orang akan berbalik memusuhi Muhammad. Tetapi Muhammad benar benar telah menyampaikan Surah Al Lahab dan 10 tahun kemudian dibuktikan sendiri oleh penentang utamanya yaitu Abu Lahab dengan kematiannya dalam keadaan kafir, sesuai prediksi yang tertera dalam surah tersebut. Artinya tidak mungkin Qurän itu karangan Muhammad. Pasti Allah yang membuatnya.

Determinasi Quran Atas Kaum Yahudi Yang Tidak Terbantahkan Sampai Hari Ini

Satu hal lagi yang membuat DR Miller tak habis pikir. Kaum Yahudi dengan Zionismenya seolah olah justru bersemangat untuk membenarkan stereotip yang dikemukakan Qurän atas mereka. Al-Qurän menyebutkan:

“Sesungguhnya yang paling keras permusuhannya terhadap orang beriman adalah kaum Yahudi dan Musyrikin”

Bukankah teramat mudah bagi Yahudi untuk berpura pura bersikap lemah lembut pada dunia Islam selama beberapa tahun lalu mengatakan pada dunia bahwa kata kata dalam Qurän itu salah besar? Namun ternyata mereka tak pernah melakukannya. Yahudi dengan zionismenya justru semakin gencar memusuhi umat Islam, seakan akan ingin membuktikan kebenaran sinyalemen Al-Qurän yang mereka benci itu. Bahkan tanpa malu sedikitpun menunjukkan pada dunia bahwa landasan utama kekejian mereka adalah permusuhan dan kebencian kepada Islam.

DR Miller menjadi semakin yakin bahwa Al-Qurän ini luar biasa. setiap yang dikatakan dalam Al-Qurän benar benar menjadi kenyataan. Dan ini tidak mungkin jika manusia yang membuat Al-Qurän. Pasti hanya Tuhan yang Maha Sempurna yang membuatnya.***

Sumber: dari berbagai sumber.

© Copyright 2017 kangyosep, All rights Reserved. Written For: kangyosep.com
solusi masa depan anda

Tentang Penulis

- Seorang guru yang selalu menjadi murid di mana pun berada.

Tulis komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan kode html berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Goodreads

Website Apps