Publikasi pada: Rab, 9 Mei 2012

Generasi Muda Diharapkan Menjadi Jurnalis Pejuang

solusi masa depan anda
Information is the currency of today’s world. Those who control information are the most powerful people on the planet.

moytura.com

Pemimpin Redaksi Kelompok Media Hidayatullah, Mahladi mengatakan saat ini tengah terjadi perang opini di media antara yang haq dan batil. Untuk itu ia meminta generasi muda untuk mencintai dunia menulis.

“Mahasiswa yang merupakan generasi muda adalah pelanjut perjuangan umat. Untuk itu saya berharap Antum (Anda) sekalian memiliki cita-cita untuk menjadi jurnalis pejuang,” kata Mahladi saat menjadi narasumber pada acara kajian “Mengupas Bahaya Islam Liberal” yang diselenggarakan oleh mahasiswa Universitas Mercu Buana Jakarta, Senin (07/05/2012) sore.

Diakui Mahladi, saat ini umat Islam kekurangan jurnalis maupun media Islam yang dapat meladeni perang opini di berbagai media massa. Sehingga, materi-materi sekulerisme maupun liberalisme media-media massa di Indonesia yang sering dikeluhkan ada pembandingnya.

Ia mencontohkan kehadiran aktivis feminis yang juga dikenal pegiat lesbian, Irshad Manji ke Indonesia. Menurut Mahladi, itu semua adalah bagian perang pemikiran.

Mahladi juga berpesan agar generasi muda tidak menjadikan profesi jurnalis sebagai lahan mencari uang. Menurutnya profesi jurnalis atau penulis adalah sarana untuk berjihad.

“Kita tak bisa mengangkat senjata membantu saudara-saudara kita di Palestina. Tetapi dengan cara menulis kita dapat meringankan beban mereka,” tandasnya.

Di samping itu, Kang Romel memaparkan bagaimana peran media massa dalam efektivitas penyebaran informasi. Sudah begitu jelas besarnya pengaruh media massa (powerfull) dalam membentuk opini publik, pendapat umum, atau memengaruhi pemikiran dan sikap masyarakat.

Lewat media massa, imbuh Kang Romel, kaum Yahudi mampu mengendalikan pemikiran dan sikap warga Amerika dan warga dunia umumnya. Kekuatan lobi yang terkenal itu pun berkat kekuatan media.

Beliau menambahkan bahwa sikap Islamophobia, anti-masjid, anti-jilbab, anti-cadar, anti syariat Islam dan sejenisnya di masyarakat Barat (Eropa dan Amerika) dewasa ini juga digerakkan oleh tulisan-tulisan di media massa.***

*) Sumber: Hidayatullah.com dan romeltea.com

© Copyright 2012 kangyosep, All rights Reserved. Written For: kangyosep.com
solusi masa depan anda

Tentang Penulis

- Seorang guru yang selalu menjadi murid di mana pun berada.

Tulis komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan kode html berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Goodreads

Website Apps