Publikasi pada: Jum, 22 Jun 2012

Khitan Bagi Perempuan

solusi masa depan anda
Bagikan
Bertanda

Secara umum, khitan dalam ajaran Islam termasuk bagian dari fitrah yang senantiasa perlu mendapat perhatian secara syar’i. Namun secara spesifik, kedudukan khitan ini lebih banyak disinggung bagi laki-laki sehingga sangat jarang orang memperbincangkan khitan bagi anak perempuan.

Akhir-akhir ini timbul pertanyaan, bagaimanakah kedudukan khitan bagi perempuan? Secara lafadz, hadis Nabi Saw menyatakan bahwa bagi perempuan pun ada khitan. Salah satu indikasinya adalah penggunaan bahasa khitan dalam hadis Nabi Saw yang berbunyi, “Idza iltaqa al-khitanani, fa qad wajabal ghuslu”, jika dua yang dikhitan bertemu (bersenggama), maka telah wajib mandi [janabat]. (HR al-Bukhari)

Dalam hadis lainnya disebutkan sebagai berikut.

Dari Ummu ‘Athiyyah al-Anshariyyah: Sesungguhnya, di Madinah, perempuan itu dikhitan. Lalu Nabi Saw bersabda kepadanya, “Janganlah kamu berlebihan (merusak) karena yang demikian itu (khitan perempuan dengan benar) akan lebih baik (membahagiakan) bagi perempuan dan lebih menyenangkan untuk suaminya”. (Sunan Abu Dawud, Bab Ma Ja-a fi al-Khitan, nomor 5271 dan al-Baihaqi dalam As-Sunan al-Kubra, Bab as-Sulthan Yukrihu ‘ala al-ikhtitan au as-Shabiyyu wa Sayyid al-Mamluk Yu’marani bihi wa Ma Warada fi al-Khitan, nomor 17559 – 17562)

Takhrij Hadis

Imam Abu Dawud menerima hadis ini dari gurunya yang bernama Sulaiman bin Abdurrahman ad-Dimasyqi dan Abdul Wahhab bin Abdurrahim al-Asyja’i. Kata keduanya, mereka menerima riwayat ini dari Marwan. Sedangkan Marwan mengetahui hadis ini dari riwayat Muhammad bin Hassan. Muhammad bin Hassan menerima dari Abdul Wahhab al-Kufi. Abdul Wahhab menerima riwayat ini dari perkataan Abdul Malik bin ‘Umair. Abdul Malik menerima riwayat ini langsung dari Ummu ‘Athiyyah sendiri.

Dalam riwayat al-Baihaqi ada tambahan kalimat bahwa Rasulullah Saw bersabda kepada para pengkhitan perempuan, “Jika kamu mengkhitan, janganlah berlebihan, karena yang demikian itu lebih menyenangkan bagi perempuan dan lebih menyenangkan suami”.

Takhrij Hadis

  • Nomor hadis 17559: Imam Al-Baihaqi menerima hadis ini dari gurunya yang bernama Abu al-Hasan bin ‘Abdan. Dia sendiri menerima riwayat ini dari Ahmad bin ‘Ubaid as-Shaffar. Adapun Ahmad mengetahui hadis ini dari riwayat Ja’far bin Ahmad bin ‘Ashim ad-Dimasyqi. Ja’far menerima riwayat ini dari Hisyam bin ‘Ammar. Hisyam menerima dari Muhammad bin Hassan. Muhammad bin Hassan menerima dari Abdul Malik bin ‘Umair. Abdul Malik menerima riwayat ini langsung dari Ummu ‘Athiyyah sendiri.
  • Nomor hadis 17560: Imam Al-Baihaqi menerima hadis ini dari gurunya yang bernama Abu ‘Ali ar-Rudzbari. Dia sendiri menerima riwayat ini dari Abu Bakar bin Dasah. Adapun Abu Bakar mengetahui hadis ini dari riwayat Abu Daud dengan sanadnya sebagaimana disebutkan di atas.
  • Nomor hadis 17561: Imam Al-Baihaqi menerima hadis ini dari gurunya yang bernama Abu Muhammad Abdullah bin Yahya bin Abdul Jabbar as-Sukkari di negeri Bagdad. Abu Muhammad menerima riwayat ini dari Abu Bakar Muhammad bin Abdullah as-Syafi’i. Adapun Abu Bakar mengetahui hadis ini dari riwayat Ja’far bin Muhammad bin al-Azhar. Ja’far menerima riwayat ini dari Al-Mufadhdhal bin Ghassan al-Ghalabi. Al-Mufadhdhal menerima riwayat ini dari Abdullah bin Ja’far. Ia menerima dari Ubaidullah bin ‘Amr. Ubaidullah menerima riwayat dari seseorang di antara penduduk Kufah yang menceritakan bahwa ia mendengar hadis ini dari Abdul Malik bin ‘Umair. Abdul Malik menerimanya dari Ad-Dhahak bin Qais [bukan al-Fihri] yang menceritakan tentang salah satu aktivitas Ummu ‘Athiyyah sebagai pengkhitan perempuan.
    Tetapi dalam hadis ini, kalimat “menyenangkan bagi perempuan” menggunakan kalimat yang berbeda; yakni menyenangkan bagi wajah.
  • Nomor hadis 17562: Imam Al-Baihaqi menerima hadis ini dari gurunya yang bernama Abu Zakaria bin Abu Ishaq. Dia sendiri menerima riwayat ini dari Abu Bakar bin Abu Darim. Adapun Abu Bakar ini mengetahui hadis tersebut dari riwayat Ahmad bin Musa bin Ishaq.
  • Nomor hadis 17562 [Tahwil Isnad]: Imam Al-Baihaqi menerima hadis ini dari gurunya yang bernama Abu Sa’ad al-Malini. Dia sendiri menerima riwayat ini dari Abu Ahmad bin ‘Adi al-Hafizh. Adapun Abu Ahmad mengetahui hadis ini dari riwayat Abu Khalifah. Dia menerima riwayat ini dari Muhammad bin Sallam al-Jumahi. Muhammad bin Sallam menerima dari Za-idah bin Abu ar-Ruqad. Za-idah menerima dari Tsabit. Tsabit menerima riwayat ini dari Anas bin Malik.

Riwayat-riwayat di atas dinyatakan shahih oleh Imam Nashiruddin al-Albani. Akan tetapi pernyataan shahih dari al-Albani ini maksud yang sesungguhnya adalah Shahih La Lidzatih atau Shahih Li Ghairih. Keshahihannya bukan karena riwayat itu sendiri, tetapi menjadi shahih karena ada dukungan kuat dari riwayat yang lain. Ada dua riwayat yang menjadi syahid bagi hadis-hadis di atas. Abu Dawud sendiri menyatakan bahwa hadis yang ia riwayatkan ini statusnya merupakan hadis dha’if (lemah) karena hadisnya mursal dan ada periwayat yang bernama Muhammad bin Hasan. Sedangkan Muhammad bin Hasan sendiri, oleh para peneliti rijal, disebut sebagai rawi yang majhul (tidak dikenal).

Ada dua riwayat yang menjadi syahid bagi hadis-hadis di atas yang menyatakan bahwa zaman Rasulullah Saw ada khitan bagi perempuan.

SIMPULAN

Khitan bagi laki-laki termasuk Sunnah. Sedangkan bagi perempuan hanya sebagai anjuran atau penghormatan.*** AR

© Copyright 2012 kangyosep, All rights Reserved. Written For: kangyosep.com
solusi masa depan anda

Tentang Penulis

-

Seorang guru yang selalu menjadi murid di mana pun berada.

Menampilkan 1 komentar
Lihat Tanggapan Anda
  1. Lina CahNdeso berkata:

    Bahasan yang detail dan membuat saya lebih mengerti hukum sunat bagi seorang anak perempuan. Terimakasih, semoga Allah SWT selalu meridhoi kita. Amin ya Mujibassai’lin.

Tulis komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan kode html berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Goodreads

Website Apps