Publikasi pada: Rab, 26 Agu 2015

Makna Sunnah

solusi masa depan anda
Bagikan
Bertanda

Masih banyak sebagian muslim yang menempatkan istilah “sunnah” bukan pada tempat yang semestinya. Ada yang menyebutkan bahwa “sunnah” itu bukan sesuatu yang wajib. Ada pula yang menyebut, “Kita tidak perlu Sunnah Rasul, karena dalam Al-Quran hanya menyebut Sunnatullah”.

Lalu bagaimana makna Sunnah dalam Islam dan bagaimana pula kita menempatkan istilah tersebut agar sesuai dengan tempat yang semestinya ?

Dalam al-Quran, lafadz sunnah disebutkan sebanyak 13 kali dalam bentuk mufrad ( سنّة ) dan 2 kali dalam bentuk jamak ( سُنَـن ).

Contohnya ayat-ayat berikut :

 

 

قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ سُنَنٌ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُروا كَيْفَ كانَ عاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ

“Sungguh telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah, maka berjalanlah di bumi ini dan lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan [ayat-ayat Allah]”. (QS Ali Imron [3]: 137)

Adapun menurut bahasa, makna Sunnah adalah sebagai berikut.

اَلسُّـنَّةُ مَعْنَاهَا الطَّرِيْقَةُ مَحْمُوْدَةً كَانَتْ أَوْ مَذْمُوْمَةً

قَالَ الْمَرَاغِى: سُنَّة وَهِىَ الطَّرِيْقَةُ الْمُعْتَبَرَةُ وَالسِّيْرَةُ الْمُتَّبَعَةُ

Sunnah, maknanya adalah jalan kehidupan, yang baik atau yang tercela.
Imam Al-Maraghi berkata, “Sunnah adalah jalan yang diambil sebagai pelajaran dan perjalanan hidup yang diikuti”. (Tafsir Al-Maraghi, 4/74)
Sedangkan makna Sunnah menurut istilah, para ulama menetapkan maknanya dalam ungkapan yang berbeda-beda sesuai dengan sisi keilmuan masing-masing, di antaranya adalah sebagai berikut.
1) Menurut istilah para ulama ahli hadis:

مَا أُثِرَ عَنِ النَّبِيِّ- صَلََّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – مِنْ قَوْلٍ أَوْ فِعْلٍ أَوْ تَقْرِيْرٍ أَوْ صِفَةٍ خَلْقِيَّةٍ أَوْ خُلُقِيَّةٍ أَوْ سِيْرَةٍ، سَوَاءٌ كَانَ قَبْلَ الْبِعْثَةِ أَوْ بَعْدَهَا

Sunnah adalah sesuatu yang di-atsar-kan (diberitakan) tentang Nabi Saw berupa ucapan, perbuatan, taqrir (sikap diam), sifat jasmaniyah atau sifat pada akhlaknya, atau siroh (perjalanan hidupnya), baik sebelum bi’tsah (diutusnya beliau) atau sesudah bi’tsah. (Qawa’id at-Tahdits)
2) Menurut istilah para ulama ahli ushul fiqih:

مَا نُقِلَ عَنِ النَّبِيِّ – صَلََّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – مِنْ قَوْلٍ أَوْ فِعْلٍ أَوْ تَقْرِيْرٍ

Sunnah adalah sesuatu yang di-nukil (dikutip) dari Nabi Saw berupa ucapan, perbuatan, atau taqrir. (As-Siba’i, As-Sunnah wa Makanatuha Fi at-Tasyri’ al-Islami)

Para ahli ushul fiqih menyebutkan juga bahwa Sunnah itu adalah sesuatu yang ditunjukkan oleh dalil syar’i, baik yang terdapat dalam al-Qur’an atau berasal dari Nabi Saw atau berdasar ijtihad para sahabat. (As-Siba’i, As-Sunnah wa Makanatuha Fi at-Tasyri’ al-Islami)

3) Menurut istilah para ulama ahli Fiqih:

مَا ثَبَتَ عَنِ النَّبِيِّ- صَلََّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – مِنْ غَيْرِ افْتِرَاضٍ وَلَا وُجُوْبٍ، وَتَقَابُلُ الْوَاجِبِ وَغَيْرِهِ مِنَ الْأَحْكَامِ الْخَمْسَةِ

Sunnah adalah sesuatu yang tsabit (tetap/shahih) dari Nabi Saw tanpa menunjukkan fardu dan bukan pula wajib serta selain dari yang wajib dan yang lainnya di antara lima jenis hukum.

Selain itu, di antara mereka pun ada yang menyebut bahwa Sunnah itu kebalikan dari bid’ah.

Analisis Ta’rif

Pengertian-pengertian di atas memuat arti dan makna secara luas sehingga jika dianalisis dari beberapa aspek, pengertian-pengertian tersebut melingkupi aspek-aspek sebagai berikut.
1) Aspek berita (khabar, hadits). Dilihat dari aspek ini, Sunnah Rasul berarti segala sesuatu yang disebut-sebut berasal dari Rasul berdasarkan al-Qur’an dan hadis-hadis yang diriwayatkan. Karena Sunnah dalam pengertian ini merupakan sesuatu yang disebut-sebut berasal dari Rasul, maka para ulama ahli hadis melakukan analisis terhadap keabsahan berbagai periwayatan hadis sehingga didapatlah kedudukan riwayat hadis yang secara global terbagi atas 3 kedudukan; shahih, hasan, dan dha’if.
2) Aspek syari’ah. Dilihat dari aspek ini, Sunnah Rasul berarti segala sesuatu yang berasal dari Rasul berupa syari’ah yang harus dijalankan dan diikuti, baik yang berasal dari ucapannya, perbuatannya, taqrirnya maupun sifat budi pekertinya.
3) Aspek sejarah. Dilihat dari aspek ini, Sunnah Rasul berarti segala sesuatu yang pernah dialami Rasul dalam seluruh perjalanan hidupnya.
4) Aspek hukum fiqih. Dilihat dari aspek ini, Sunnah Rasul berarti segala amalan Rasulullah Saw yang menunjukkan hukum sunat atau mandub, bukan wajib atau jenis-jenis hukum lainnya.

Di antara keempat aspek di atas, aspek yang pertama menempati urutan yang prioritas dan utama. Baik syari’ah, sejarah, maupun hukum fiqih pada dasarnya tidak dapat dijadikan hujjah tanpa melalui analisis terhadap keabsahan status periwayatan hadisnya.

Mengikuti dan Meneladani Sunnah Rasul Saw.

هُوَ ٱلَّذِي بَعَثَ فِي ٱلۡأُمِّيِّ‍ۧنَ رَسُولٗا مِّنۡهُمۡ يَتۡلُواْ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمۡ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡحِكۡمَةَ وَإِن كَانُواْ مِن قَبۡلُ لَفِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ ٢

Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (QS al-Jumu’ah [62]: 2)

وَمَآ ءَاتَىٰكُمُ ٱلرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَىٰكُمۡ عَنۡهُ فَٱنتَهُواْۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ ٧

…. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya. (QS al-Hasyr [59]: 7)

قُلۡ إِن كُنتُمۡ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِي يُحۡبِبۡكُمُ ٱللَّهُ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ ٣١

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Ali Imran [3]: 31)

عَنْ مَالِكٍ أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ، لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ

Dari Malik, sesungguhnya telah sampai kepadanya bahwa Rasulullah Saw telah bersabda: “Telah aku tinggalkan pada kalian dua perkara, kalian tidak akan tersesat selama berpegang pada keduanya; Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya”. (HR Imam Malik, Muwatha Malik)

© Copyright 2015 kangyosep, All rights Reserved. Written For: kangyosep.com
solusi masa depan anda

Tentang Penulis

- Seorang guru yang selalu menjadi murid di mana pun berada.

Tulis komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan kode html berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Goodreads

Website Apps