Publikasi pada: Sel, 28 Mei 2013

Permulaan Wahyu dan Hadis Niat

solusi masa depan anda
Bagikan
Bertanda

Shahih al-Bukhari, demikian kitab hadis ini lebih masyhur disebut. Padahal judul lengkap kitab tersebut adalah Al-Jami’ al-Musnad as-Shahih al-Mukhtashar min Umur_i Rasulillah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam wa Sunanihi wa Ayyamihi. Dalam penyusunan hadis-hadis untuk kitab populer ini, Imam al-Bukhari memulainya dengan pembahasan tentang wahyu dengan memuat 7 riwayat.

Pada bab yang pertama, beliau memulai dengan judul bab Kaifa Kana Bad_u al-Wahyi Ila Rasulillah wa Qaul Allah {Inna auhaina ilaika kama auhaina ila Nuh wa an-Nabiyyin min ba’dihi} dengan mencantumkan hadis yang menyatakan “Sesungguhnya amal-amal itu dengan niat-niatnya…”.

Apa gerangan respon yang didapat oleh kitab ini dari para ulama? Mari kita telusuri lebih jauh melalui beberapa kitab Syarh yang menjelaskan beberapa persoalan dalam pemuatan dan penetapan judul beserta kandungan hadisnya!

Hadis Pertama:

عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ وَقَّاصٍ اللَّيْثِيِّ، يَقُولُ: سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَلَى المِنْبَرِ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا، أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Dari ‘Alqamah bin Waqqash al-Laitsi, ia berkata: Aku mendengar Umar bin al-Khattab – Radhiyallahu ‘Anhu – berkata di atas mimbar: Aku pernah mendengar Rasulullah – Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam – bersabda: “Sesungguhnya amal-amal itu dengan niatnya. Dan sesungguhnya bagi setiap orang [akan mendapatkan] apa yang ia niatkan. Siapa saja yang hijrahnya untuk dunia yang jadi bagiannya atau untuk wanita yang akan ia nikahi, maka hijrahnya itu [akan mendapat balasan] sesuai dengan apa niat hijrahnya”.

Pembahasan:

Hadis ini merupakan hadis pertama yang dimasukkan oleh Imam al-Bukhari dalam kitab shahihnya. Beliau memasukkan hadis ini ke dalam Kitab Permulaan Wahyu di Bab Pertama, Bagaimana Keadaan Permulaan Wahyu kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan Firman Allah Jalla Dzikruhu {Dan Kami mewahyukan kepadamu sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan para nabi setelahnya}.

Dalam menjelaskan isi kitab dan bab pertama ini, para ulama mengurai beberapa masalah yang menjadi perhatian mereka terhadap beberapa keunikan yang dimiliki oleh Imam al-Bukhari dalam penyusunan kitab hadis ini, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Memulai penulisan dengan Basmalah.

2. Memulai penulisan hadis dengan pembahasan tentang wahyu.

Dalam kitab-kitab hadis lainnya atau kitab fiqih biasanya para ulama memulai pembahasan dengan kajian tentang Thaharah (bersuci). Tetapi Imam al-Bukhari memulainya dengan kajian tentang Wahyu.

3. Penamaan “Kitab Bad_i al-Wahyi”.

Jika ditelusuri bab per bab dalam kitab ini, Imam al-Bukhari tidak hanya memuat hadis tentang proses awal turunnya wahyu kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Tetapi beliau pun memuat hadis-hadis tentang turunnya wahyu secara umum. Karena itulah, sebagaimana dikutip oleh Ibnu Hajar al-‘Asqalani, Muhammad bin Ismail at-Taimi pernah menyodorkan tanggapannya. Ia menyatakan, “Kalau beliau menyatakan ‘Bagaimana Keadaan Wahyu’, pasti hal itu lebih baik karena dalam hadis-hadisnya menerangkan tentang cara turunnya wahyu, bukan menerangkan cara permulaan wahyu”. (Fathul Bari)

4. Ayat al-Quran sebagai Sumber

Di antara kebiasaan dalam penyusunan hadisnya, Imam al-Bukhari menyebutkan keterkaitan hadis yang beliau cantumkan dengan sumber-sumber lainnya, baik berupa ayat al-Qur’an, tafsir atas ayat al-Quran, hadis yang tidak memenuhi persyaratan beliau, atau atsar dari sahabat dan tabi’in. (Al-‘Aini, Umdat_u al-Qari)

Dalam hadis yang pertama ini, beliau melakukan hal tersebut; yakni mengutip ayat al-Quran yang berkaitan dengan judul bab. Penyebutan ayat ini dalam awal kitabnya, menurut al-‘Aini, merupakan isyarat bahwa wahyu itu merupakan Sunnatullah kepada para nabi-Nya.

5. Keterkaitan Makna Ayat dengan Judul Bab

6. Penempatan Sanad Hadis

7. Keterkaitan Makna Hadis dengan Judul Bab

8. Pengulangan hadis

© Copyright 2013 kangyosep, All rights Reserved. Written For: kangyosep.com
solusi masa depan anda

Tentang Penulis

-

Seorang guru yang selalu menjadi murid di mana pun berada.

Tulis komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan kode html berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Goodreads

Website Apps