Publikasi pada: Ming, 20 Jul 2014

Rahmat Allah Kunci Surga

solusi masa depan anda
Bagikan
Bertanda

Dalam ayat-ayat al-Qur’an, Allah Subhanahu wa Ta’ala banyak menyebutkan berbagai macam amal shalih yang dapat mengantarkan seseorang menuju kenikmatan di surga. Demikian pula Hadis Nabi banyak mengungkapkan amal-amal shalih yang menjadi syarat untuk masuk surga.

Di samping itu, ada juga hadis Nabi yang secara zhahir menolak jika amalan seseorang dapat mengantarkan dirinya menuju surga. Ungkapan salah satu riwayat hadis yang menyatakan demikian adalah sebagai berikut.

قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ الْجَنَّةَ» قَالُوْا: وَلَا أَنْتَ؟ يَا رَسُوْلَ اللَّهِ. قَالَ: «وَلَا أَنَا إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِيَ اللَّهُ مِنْهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ». رواه مسلم

Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– telah bersabda: “Tidak akan memasukkan seseorang di antara kamu [dengan] amalannya ke surga”. Mereka berkata: “Tidak juga engkau, wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab: “Tidak juga aku, kecuali Allah mencurahkan kepadaku karunia dan rahmat-Nya”. (HR Muslim, al-Jami’ as-Shahih)

Yang kemudian menjadi pertanyaan besar, “Apakah hadis ini bertentangan dengan dalil lain yang menyebutkan bahwa amal shalih akan menyebabkan seseorang masuk surga?”.

Jika dibaca secara sepintas, kesimpulan hadis tersebut seperti bertentangan dengan riwayat lain, bahkan dengan ayat-ayat al-Quran yang menegaskan bahwa hanya dengan amal shalih-lah seseorang bisa memasuki surga kelak di yaumil akhir. Namun, jika dikaji secara seksama, hadis tersebut tidaklah bertentangan dengan keterangan tentang peran amal shalih bagi kebahagiaan di surga nanti. Bahkan makna hadis tersebut justru menguatkan keterangan lainnya dan memperjelas makna amal shalih dalam pandangan Allah Ta’ala.

Melalui hadis tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam seakan-akan sedang mengabarkan bahwa tidak setiap amal yang kita pandang baik, dapat mengantarkan pada kebahagiaan di surga nanti.

Contohnya, bersedekah kepada fakir miskin dengan uang sisa hasil korupsi. Sedekahnya itu adalah perbuatan baik, tetapi jika sedekah yang dikeluarkannya itu hasil dari perbuatan buruk seperti korupsi, maka sedekahnya itu tidak akan diterima di sisi Allah. Artinya, sedekah yang dikeluarkan tidak akan mendatangkan rahmat dari Allah Ta’ala. Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “La tuqbalu shadaqah min ghulul”. (HR Muslim)

© Copyright 2014 kangyosep, All rights Reserved. Written For: kangyosep.com
solusi masa depan anda

Tentang Penulis

- Seorang guru yang selalu menjadi murid di mana pun berada.

Tulis komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan kode html berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Goodreads

Website Apps