Publikasi pada: Kam, 12 Jul 2012

Tanya Jawab Abu Salamah dan Aisyah

solusi masa depan anda
Bagikan
Bertanda

Diriwayatkan, Sa’ad bin Hisyam bin ‘Amir pernah datang menemui Abdullah bin al-Abbas bin Abdul Muthallib. Ia datang ke Madinah menemui Ibnu Abbas untuk menanyakan tentang kedudukan shalat witir Rasulullah Saw. Tetapi Ibnu Abbas tidak langsung memberikan jawaban melainkan memberinya saran. “Apakah kamu ingin aku tunjukkan orang yang paling mengetahui witirnya Rasulullah Saw?” kata Ibnu Abbas. “Ya, tentu saja,” ujar Sa’ad. “Siapakah dia?” tanya Sa’ad. “Aisyah,” jawab Ibnu Abbas.

Ini merupakan bagian dari penilaian para sahabat terhadap keilmuan Aisyah. Terutama, dalam hal ini, pengetahuannya tentang kedudukan dan tata cara shalat witir dan shalat malam yang dilakukan oleh Rasulullah Saw karena Aisyah merupakan bagian dari Ahlul Bait Rasulullah.

Yang bertanya tentang shalat malam Rasul kepada Aisyah bukan hanya Sa’ad bin Hisyam. Selain itu, Abu Salamah putra Abdurrahman bin Auf pun pernah bertanya kepadanya perihal shalat malam Rasulullah. Bahkan pertanyaan Abu Salamah cukup beragam sehingga hari ini bisa kita ambil sebagai sebuah model pengajaran Islam dan beberapa ketentuan syariat yang terungkap dari pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Mari kita simak apa saja pertanyaan Abu Salamah dan bagaimana Aisyah memberikan jawaban. Pertanyaan-pertanyaan Abu Salamah dan jawaban Aisyah ini dalam shahih Muslim terungkap di Kitab Shalat al-Musafirin wa Qashriha Bab Jami’ Shalat al-Lail wa Man Nama ‘Anhu au Maridha.

Abu Salamah : “Bagaimana shalat Rasulullah Saw [dalam Qiyamul Lail]?”
Aisyah : “Beliau shalat 13 rakaat. (Yakni) Beliau shalat 8 rakaat, kemudian witir. Lalu beliau shalat 2 rakaat sambil duduk. Bila beliau akan ruku’, beliau berdiri dulu kemudian ruku’. Selanjutnya, beliau shalat 2 rakaat antara adzan dan iqomat pada waktu Shubuh”.
Abu Salamah : “Eiy, Ummah. Kabarkanlah kepadaku tentang shalat Rasulullah!”
Aisyah : “Keadaan shalat beliau, pada bulan Ramadhan dan bulan yang lainnya, 13 rakaat pada waktu malam. Di antara yang 13 rakaat itu terdapat 2 rakaat Fajar (Qabla Shubuh)”.
Abu Salamah : “Bagaimana shalat Rasulullah Saw pada bulan Ramadhan?”
Aisyah : “Rasulullah Saw tidak pernah menambah, baik di bulan Ramadhan maupun di bulan lainnya, dari 11 rakaat. Beliau shalat 4 rakaat, jangan kau tanyakan tentang baik dan panjangnya shalat itu. Lalu beliau shalat lagi 4 rakaat, jangan kau tanyakan tentang baik dan panjangnya. Kemudian beliau shalat 3 rakaat”.
Abu Salamah : “Dengan bacaan apakah Rasulullah ber-iftitah dalam shalat malam?”
Aisyah : “Bila beliau melakukan shalat malam, maka beliau membaca iftitah dengan bacaan:

اللهُمَّ رَبَّ جِبْرَائِيلَ، وَمِيكَائِيلَ، وَإِسْرَافِيلَ، فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ، اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ، إِنَّكَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Dari tanya jawab di atas, kita mendapat beberapa keterangan tentang shalat malam Rasulullah Saw pada tiap-tiap waktu, baik di bulan Ramadhan (Tarawih) maupun di bulan-bulan yang lainnya (Tahajjud). Terlebih bila kita menelusuri riwayat-riwayat yang lain, baik yang bersumber dari riwayat Aisyah maupun dari Ibnu Umar.

Beberapa point yang dapat menjadi pelajaran bagi kita adalah sebagai berikut:

  1. Shalat malam itu jumlah rakaatnya tidak lebih dari 11 rakaat. Adapun riwayat yang menyatakan 13 rakaat, sebagian riwayat menegaskan bahwa 13 rakaat itu adalah 11 rakaat shalat akhir malam dan 2 rakaat shalat rawatib Qabla Shubuh. Tetapi ada juga yang menyatakan bahwa 13 rakaat itu adalah 2 rakaat shalat Iftitah (pembuka shalat malam) dan 11 rakaat shalat malam.
  2. Shalat malam itu pada dasarnya dilakukan dengan cara dua rakaat dua rakaat, kecuali shalat malam pada bulan Ramadhan yang lebih kita kenal dengan sebutan Tarawih dilakukan dengan cara 4 rakaat, lalu 4 rakaat dan terakhir (witir) 3 rakaat.
  3. Dari point kedua di atas, maka yang dimaksud dengan 8 rakaat dalam hadis di atas berarti dua rakaat yang dilakukan sebanyak 4 kali.
  4. Bacaan iftitah shalat malam, baik untuk yang dua rakaat maupun yang 4 rakaat Tarawih termasuk witirnya, berbeda dengan iftitah shalat lainnya sebagaimana tercatat dalam jawaban Aisyah di atas.
  5. Penelusuran terhadap riwayat lainnya diperoleh kesimpulan bahwa shalat malam selain bulan Ramadhan, yang dua rakaat itu dilakukan bergantung kepada pilihan kita atas jumlah shalat witirnya. Jika witirnya 9 rakaat, berarti dua rakaatnya dilakukan satu kali. Jika witirnya memilih yang 7 rakaat, maka dua rakaatnya dilaksanakan sebanyak 2 kali. Begitu seterusnya sampai yang witir 1 rakaat.

Perlu makalah ini? Silahkan download filenya di bawah ini:

Bila Anda mengalami kesulitan dalam proses download melalui website di atas, silahkan download melalui file berikut ini:

Mau copy paste makalah ini? Bukan di sini tempatnya. Untuk copy paste, silahkan buka di web khusus kopas saya!

 

© Copyright 2012 kangyosep, All rights Reserved. Written For: kangyosep.com
solusi masa depan anda

Tentang Penulis

- Seorang guru yang selalu menjadi murid di mana pun berada.

Tulis komentar Anda

XHTML: Anda dapat menggunakan kode html berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Goodreads

Website Apps